2:06 pm - Sunday July 26, 2009

Lambatnya Renovasi Salah Satu Gedung, di Komplek Cagar Budaya Balai Pemuda Surabaya

Surabaya (Nyana News) – Meski mendapat kritik dari berbagai elemen masyarakat,renovasi gedung Balai Pemuda di Jl Gubernur Suryo, 15 Kota Surabaya, Jawa Timur yang terbakar pada September 2011 terkesan lamban. Pasalnya, sampai sekarang renovasi menelan dana Rp1,6 miliar yang dilakukan Pemkot Surabaya belum kelar. Atap gedung belum terpasang genteng, padahal tahun anggaran 2012 sudah berakhir.

Renovasi sudah dilakukan sejak Oktober lalu, namun hingga sekarang belum selesai. Kegiatan renovasi saat ini sudah memasuki pemasangan usuk (kerangka atap) untuk pemasangan genteng. Bila pemasangan usuknya selesai, gentengnya langsung dipasang.

“Tinggal pasang usuk dan gentengnya saja, tapi soal selesai atau tidaknya renovasi ini tergantung pelaksana proyeknya,” kata Pujiono, salah seorang pekerja yang dihubungi Nyana baru-baru ini.

Setelah terbakar, atap gedung cagar budaya tersebut sempat ambruk. Menurutnya, bangunan tua tersebut tidak ada pengait untuk menyangga atap gedung yang kerangkanya terbuat dari besi.
Anggota Komisi A DPRD Surabaya Erick Reginald Tahalele saat dihubungi terpisah mengatakan bahwa pihaknya sangat menyayangkan kenapa renovasi lamban. Sebab, anggaran renovasi sudah disahkan dewan sejak akhir triwulan III.

Seharusnya, kata dia, renovasi gedung itu sudah selesai November lalu dan sekarang sudah bisa dimanfaatkan Pemkot atau warga masyarakat. Tapi faktanya sampai sekarang ronovasinya belum tuntas. “Kami harap Pemkot jangan enak-enakan soal ini, kalau kontraktornya lambat, maka harus dicarikan solusinya,” kata dia.

Menurut dia, faktor keamanan bagi para pekerja memang perlu. Tapi, kalau renovasi lamban, maka yang rugi tidak hanya Pemkot semata, tapi semua warga kota yang ingin memanfaatkan gedung tersebut.

Sebelumnya, Ketua Komisi C Bidang Pembangunan DPRD Surabaya Sachiroel Alim mengatakan perlu ada tim independen yang memantau hasil pembangunan gedung tua di Surabaya. Paling tidak ada solusi soal kelambanan renovasinya.

Selain itu, kalau sampai pembangunan ulang itu tidak selesai di akhir tahun ini, maka Pemkot harus menerapkan sanksi tegas. Sanksinya tidak sekadar potong anggaran, teguran keras dan denda, tapi kontraktornya harus diblacklist.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Pemkot Surabaya Wiwik Widyawati saat diminta keterangan mengenai lambannya pembangunan itu mengatakan, renovasi sedang berjalan. Bila ada keterlambatan renovasi semuanya ada aturan dan hitungannya sendiri. Tapi, soal renovasi gedung dirinya tak ikut campur, karena yang menangani Dinas Cipta Karya danTata Ruang (DCKTR). “Kami hanya kebagian operasional gedung ketika gedung sudah jadi,” jelas dia.

Ambruk

Sebelumnya, renovasi bagian atap gedung Balai Pemuda yang ditargetkan bakal selesai akhir tahun 2012, sepertinya tak memenuhi target. Ini karena bangunan cagar budaya yang pernah terbakar setahun lalu ini, mendadak ambruk saat proses renovasi bagian atap gedung pada September 2012.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, kejadian tersebut berawal ketika pekerja sedang membuka pengait penyangga atap gedung yang terbuat dari besi. Namun, kerangka penyangga atap yang terbuat dari besi itu mendadak ambruk.

Ambruknya bagian atap gedung ini pun pernah di sidak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kota Surabaya pasca kebakaran. Peristiwa ambruknya rangka atap baja gedung serbaguna Balai Pemuda pasca kebakaran, pernah dimunculkan wacana baru yang digulirkan kontraktor pelaksana bahwa tembok yang saat ini masih terlihat kokoh dilaporkan tidak kuat lagi karena bergetar.

“Kita lihat saja aksi penangannnya yang lamban, peristiwa ambruknya rangka atap dan kini kok malah mucul kabar jika temboknya tidak kuat lagi, itu artinya kan minta untuk di bongkar, saya khawatir pemkot Surabaya sudah ada rencana pemanfaatan lokasi di tempat itu untuk yang lain seperti plaza dan sebagainya, karena sudah banyak contohnya lokasi cagar budaya yang hilang dan kini berdiri gedung baru,” sebut Agus Santoso Anggota DPRD Surabaya saat sidak.

Inspeksi mendadak (Sidak) komis C DPRD Surabaya ke lokasi renovasi gedung serbaguna Balai Pemuda bermaksud meyakinkan kepada kontraktor dan pemkot Surabaya bahwa tembok yang berdiri masih bisa dianggap kokoh dan tidak ada alasan untuk di bongkar karena termasuk unsur keberadaan cagar budaya di dalam gedungnya. “Tembok yang ada masih kuat, jadi tidak perlu dibongkar,” ujarnya.

Terpisah, Agus Imam Senohaji Kepala Dinas CKTR kota Surabaya lebih bersikap pasif dan menyatakan no comment, namun setelah ditanya soal keterkaitan tembok dengan DED (Detail Engineering Desain), dia mengatakan bahwa DED hanya berisi soal renovasi atap yang terbakar. “Soal itu no comment mas, tapi sepertinya tidak ada item pembongkaran dan pembangunan tembok di dalam DED yang sekarang dipakai sebagai kontrak di pelaksanaan,” paparnya.

Danang Wahyu Utomo dari Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Trowulan selaku pengawas renovasi Balai Pemuda mengatakan, kejadian ambruk ini dikarenakan salah prosedur dalam penurunan besi kerangka atap. Menurutnya, setelah penyangga dilepas, besi nya ditaruh di atas plafon.

Menurut Danang, target awalnya, proses renovasi Balai Pemuda untuk tahun ini akan difokuskan pada bagian atapnya. Nantinya, semua kerangka atap dari besi tersebut akan diturunkan semua karena kekuatannya sudah lemah setelah terbakar. Sementara untuk pengerjaan interiornya baru dimulai tahun depan. “Kalau tahun ini memang bagian atas saja yang diperbaiki, rencananya interiornya tahun depan,’’ jelasnya.

Bahkan para seniman Surabaya pernah prihatin dengan terbengkalainya Gedung Balai pascaterbakar. Dan para seniman ini akan melakukan aksi pengumpulan koin dan lelang puisi oleh tokoh seniman dan budayawan Surabaya.

“Dana yang akan terkumpul nantinya kita serahkan kepada Pemkot Surabaya, menunjukkan keseriusan seniman atas pelestarian gedung bersejarah,” ujar Kusnan, seniman Surabaya. Aksi ini akan berlangsung sampai kiranya dana yang terkumpul cukup untuk membangun Gedung Cagar Budaya Balai Pemuda.

Menurut Direktur Surabaya Heritage Society, Freddy H Istanto, terlepas kejadian itu bisa sebuah kecelakaan murni atau sebuah insiden, Surabaya Heritage Society sangat prihatin karena sebagai sebuah bangunan yang sudah dilindungi ndang-undang untuk dilestarikan dan dijaga keberadaannya. Surabaya Heritage Society atau Sjarikat Poesaka Soerabaja (SPS),molornya renovasi mencerminkan Pemkot Surabaya tidak bersungguh-sungguh melakukan upaya pelestariannya.

Pada 21 September 2011, SPS pernah mengirim surat ke wali kota Surabaya melalui surat No. 21/IX/SPS/2011, menuntut sikap konsistensi dan profesional Pemkot Surabaya pada Pelestarian Bangunan Cagar Budaya. Ternyata pemkot benar-benar tidak serius menangani BCB terbukti sampai tutup tahun 2012 belum juga terselesaikan pembangunannya.

Kata Freddy, kondisi ini masuk dalam kasus pelanggaran hukum pada UU No. 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya. Pemerintah Daerah wajib melindungi BCB sesuai BAB VIII pasal 25 ayat 1 dan 2b. Warga negara punya hak untuk mengawasi BCB sesuai BAB X pasal 99 ayat 2 UU No. XI tahun 2010 tentang Cagar Budaya.

“Proyek ini proyek simple. Tetapi mengapa DED dan kajian oleh Disbudpar berjalan sangat lambat. Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang baru jalan kalo DED dan Kajian selesai. Kajian diperkirakan selesai Maret, kemudian DED selesai Mei, lelang baru Juni. Maka Agustus atau september 2012 baru di renovasi. Apakah akan pecahkan rekor MURI?,” ungkapnya. (reiza utama)

Filed in: Nusantara, Teropong Kahuripan